STATISTIKA DAN STATISTIK
Pengertian Statistika dan Statistik
Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara
pengumpulan dan penyusunan data, pengolahan data, dan penganalisisan data,
serta penyajian data berdasarkan kumpulan dan analisis data yang dilakukan.
Salah satu ilmu yang mendasari dalam mempelajari statistika adalah peluang atau
probabilitas. Berdasarkan kegiatannya, statistika dikelompokkan menjadi dua
macam, yaitu Statistika deskriptif (statistika deduktif) dan statistika
inferensi (statistika induktif).
![]() |
|
|
Pengertian statistika deskriptif adalah statistika yang meliputi kegiatan-kegiatan
pengumpulan, penyajian, penyederhanaan atau penganalisisan, dan penentuan
ukuran-ukuran khusus dari suatu data tanpa penarikan kesimpulan. Sedangkan, pengertian
statistika inferensi adalah ilmu mengenai penarikan kesimpulan dan
pengambilan keputusan tentang makna statistik yang telah dihitung.
Pengertian statistik adalah hasil-hasil pengolahan dan analisis data. Statistik dapat
berupa mean, modus, median, dan sebagainya. Statistik dapat digunakan untuk
menyatakan kesimpulan data berbentuk bilangan yang disusun dalam bentuk tabel
atau diagram yang menggambarkan karakteristik data.
Klasifikasi, Jenis dan Macam Data - Pembagian Data Dalam Ilmu Eksak Sains Statistik / Statistika
A. Jenis Data
Menurut Cara Memperolehnya
1. Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.
B. Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data
1. Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.
2. Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.
C. Klasifikasi Dara Berdasarkan Jenis Datanya
1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain.
2. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.
D. Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
1. Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.
2. Data Continue
Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.
E. Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya
1. Data Cross Section
Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.
2. Data Time Series / Berkala
Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.
1. Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.
B. Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data
1. Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.
2. Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.
C. Klasifikasi Dara Berdasarkan Jenis Datanya
1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain.
2. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.
D. Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
1. Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.
2. Data Continue
Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.
E. Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya
1. Data Cross Section
Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.
2. Data Time Series / Berkala
Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.
SAMPEL, TABEL, DAN GRAFIK STATISTIK
A. SAMPEL
- Sampel Random
Suatu contoh :
- Pengambilan adukan campuran beton untuk dibuat sampel kubus.
- Pengawasan kwalitas dari satu macam jenis barang produksi dari suatu mesin produksi.
1) Pengambilan acak sederhana (Simpel random sampling)
Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka random. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas. Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa pengembalian. Kelebihan dari pemngembilan acak sederhana ini adalah mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel, dan kemampuan menghitung standard error. Sedangkan,kekurangannya adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat.
2) Pengambilan acak secara sistematis (Systematic random sampling)
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan. Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5. Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya. Kelebihan dari pengambilan acak secara sistematis ini adalah lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sedderhana. Sedangkan, kekurangannya adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mampunya menangkap keragaman populasi heterogen.
3) Pengambilan acak berdasar lapisan (Stratified random sampling)
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian. Selain itu, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata.
4) Pengambilan acak berdasar area (Cluster sampling)
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.
- Sampel Sistimatis
Sebagai contoh apabila kita ingin menyelidiki lapisan tanah, dimana sampel-sampel yang kita ambil pada kedalaman-kedalaman tertentu sehingga secara teoristis apabila dibeberapa tempat yang kita ambil dan dalam kedalaman tertentu kita ambil dapat memproyeksikan perkiraan hasil yang diperoleh.
- Sampel Luas
- Sampel Tingkat
Contohnya bila kita mengajukan pendapat umum maka sampel dibagi atas beberapa tingkatan umum, atau kita ingin menyelidiki pengeluaran rata-rata dari penduduk kita dapat menggolongkan pada tingkat penghasilan dan sebagainya.
- Sampel Kuota
B. TABEL
- Tabel Referensi
Contohnya data yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang menghasilkan baja type assab. Dengan adanya tabel tersebut seseorang akan dapat memperoleh informasi tentang temperature yang diperlukan unuk melakukan perlakuan panas ( haet treatment )terhadap produk baja assab tersebut atau sebagi data perbandingan jika seandainya seorang peneliti melakukan cara-cara yang lain sesuai dengan kehendak peneliti tersebut.
- Tabel Ikhtisar
Contoh:
Tabel
6. Jumlah kelahiran dan kematian per 1000 penduduk di 15 kabupaten di Jawa,
1961 – 1962.
|
Kabupaten
|
1961
|
1962
|
||
|
Kelahiran
|
Kematian
|
Kelahiran
|
Kematian
|
|
|
Bandung
|
30.2
|
12.3
|
21.5
|
12.1
|
|
Kuningan
|
29.8
|
15.9
|
23.0
|
14.9
|
|
Bogor
|
11.2
|
5.9
|
9.5
|
4.0
|
|
Malang
|
25.6
|
11.0
|
-
|
-
|
Rasio/perbandingan dianggap perlu, jika angka-angka absolute yang diperbandingkan berjumlah cukup besar.
Untuk memberikan suatu kesan tentang adanya tekanan terhadap pentingnya angka tertentu dalam tabel:
Tabel 6 à Kelahiran lebih diberi tekanan daripada kematian
Tahun 1961 diberi kedudukan lebih menonjol daripada tahun 1962.
Tabel 7 à Kedudukan yang menonjol digambarkan dengan cara memberikan pos-pos keterangan dalam huruf besar/huruf tebal.
Tabel 7. Penduduk Indonesia yang diklasifikasikan atas daerah dan kelamin, 1962.
|
Propinsi dan Pulau
|
Laki-laki
|
Wanita
|
Jumlah
|
Persen (%)
|
|
Jakarta Raya
|
1.480.771
|
1.425.762
|
2.906.533
|
3,0
|
|
Jawa Barat
|
8.657.815
|
8.956.740
|
17.614.555
|
18,1
|
|
Jawa Tengah
|
8.967.714
|
9.439.757
|
18.407.471
|
19,0
|
|
DI Yogyakarta
|
1.092.403
|
1.149.074
|
2.241.477
|
2,3
|
|
Jawa Timur
|
10.602.448
|
11.220.572
|
21.823.020
|
22,5
|
|
Jawa dan Madura
|
30.801.151
|
32.191.905
|
62.993.056
|
64,9
|
|
Sumatera
|
7.942.834
|
7.796.529
|
15.739.363
|
15,2
|
|
Kalimantan
|
2.066.248
|
2.035.227
|
4.101.475
|
4,3
|
|
Sulawesi
|
3.489.797
|
3.589.552
|
7.079.349
|
7,3
|
|
Kepulauan lain
|
3.539.050
|
3.566.536
|
7.105.586
|
7,3
|
|
Indonesia
|
47.839.080
|
49.179.749
|
97.018.829
|
100,
|
- Tabel Umum
Contoh untuk tabel ini dapat dilihat pada monogram di kantor desa atau kecamatan atau kantor-kantor instansi yang lain dimana dalam bermacam-macam jenis informasi digambarkan dalam satu tabel.
- Tabel Distribusi
Tentang tabel distribusi ini akan lebih bnyan dibahas lebih lanjut dalam bab membentuk perencanaan frekuensi.
C. GRAFIK STATISTIK
Merupakan penyajian data dalam bentuk gambar. Penyajian dalam bentuk ini walaupun kurang teliti dibandingkan dengan bentuk tabel tetapi lebih menarik dan lebih praktis bagi pembacanya. Penyajian data dalam bentuk gambar ini secara garis besar dibagi dalam 2 bentuk yaitu:
- Bagian (diagram) yang banyak digambarkan dengan bentuk simbol-simbol.
- Grafik yang banyak digambarkan dengan bentuk garis.
- Bagan (Diagram)
1. Piotograf
Bentuk penyajian data dalam bentuk symbol yang dapat mewakili jumlah atau sifat suatu benda.
2. Bagan Arus
Bagan ini biasanya digunakan untuk menjelaskan jalannya sebuah proses atau aliran suatu peristiwa yang biasanya disimbolkan dengan anak panah. Bagan arus ini banyk digunakan untuk menunjukkan arus air atau listrik.
3. Organigram
Bagan ini menggambarkan oganisasi suatu badan atau usaha yang menginformasikan satu bagian dengan bagian yang lain beserta tingkat kewenangannya. Dengan membaca organigran dari suatu bagan berarti kita mengetahui secara lintas keadaan organic badan tersebut susunan bagian hak, kedudukan, tugas, dan wewenang.
4. Bagian Proses
Diagram ini menggambarkan tentang proses atau urutan suatu peristiwa apabila diuraikan dengan verbal akan panjang dan kadang sulit untuk dimengerti. Bagian proses ini sering disimbolkan dalam bentuk blok atau symbol yang mendekati gambar sebenarnya sehingga sering dinamakna blok, diagram, atau diagram alir.
5. Peta Statistik
Pada prinsipnya pada peta statistic ini sama dengan pigtograf hanya saja simbol yang dibuat dipasang pada suatu peta sehingga pembaca memperoleh gambaran bahwa disuatu tempat tertentu mempunyai ciri-ciri tertentu. Contoh ini dapat dilihat pada peta ilmu bumi misalnya peta Negara Indonesia.
Contohnya jika kita melihat peta desa, maka :
Jalan aspal diblok hitam.
Jalan tanah digambar dengan garis sejajar.
Pemakaman orang-orang Islam digambarkan dengan gambar bulan sabit.
Pemakaman orang-orang Kristen digambarkan dengan gambar salib.
Pada dasarnya diagram hanya memberikan informasi singkat tentang sesuatu hal dan apabila kita menginginkan informasi yang lebih terperinci maka harus dicari penjelasannya yang menjelaskan hal tersebut.
Dalam penelitian ataupun dalam penulisan karya ilmiah bagian ini digunakan untuk membuat penjelasan laporan penelitian sesuai dengan apa yang ingin diinformasikan.
- Grafik
1. Grafik Garis
Grafik ini dibuat berdasarkan jumlah-jumlah peristiwa tertentu yang dihubungkan dengan garis sehingga terbentuk suatu profil sesuai dengan data yang diperoleh. Grafik ini digunakan daman-mana contohnya seperti grafik di bawah ini.

2. Grafik Batang
Grafik ini digunakan apabila yang diinformasikan berbeda jenis sehingga tidak bisa digambarkan dalam satu blok, seperti contoh grafik di bawah ini.

3. Grafik Lingkaran
Penyajian data dalam bentuk grafik lingkaran ini menunjukkan hubungan bagian informasi yang satu dan informasi yang lainnya terhadap total seluruh informasi. Biasanya bagian-bagian informasi digambarkan dalam bentuk proporsi dimana lingkaran dianggap menggambarkan seluruh total kejadian.

4. Poligon dan Histogram
Kedua grafik ini merupakan grafik garis dan grafik batas yang banyak berhubungan dengan penataan dan pengolahan data sehingga akan dijelaskan lebih terinci pada bab pengolahan data. Perlu diketahui contoh polygon dan histogram seperti di bawah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar