Sabtu, 28 Desember 2013

Rasa Yang Tak Semestinya

Saat itu, sebut saja Adit, masih menjadi siswa di SMAN 1 Selat. Ia baru saja naik ke kelas XII IPS. Entah antara bahagia atau sedikit kecewa dengan nilai yang diterima saat pembagian raport itu hanya pas-pasan saja. Di sisi lain dia jga harus terpisah dengan beberapa teman akrabnya saat di kelas XI IPS-3 karena semua siswa - siswi harus dibagi ke kelas baru dengan beberapa teman baru. Mungkin maksudnya biar kita bisa memiliki banyak kawan dalam bergaul. Tapi tetap saja suasana tersebut akan kembali ke awal lagi, anggap saja kita baru masuk ke satu sekolah dan bertemu dengan orang - orang baru, tentunya itu perlu peradaptasian kan?

Saat liburan sekolah kali ini kurang berarti, karena banyak teman yang mudik, termasuk kekasih baru Adit saat itu, Dira, yang sedang liburan di kota asalnya, Tangerang. Karena dia di Kuala Kapuas hanya sebagai siswi pindahan yang sekarang bersekolah di SMKN 2. Disini dia tinggal bersama keluarganya, yang juga merupakan salah satu teman akrab dari SMP dulu, Wanda. Mungkin hubungan Adit dengan Dira ini sedikit berbau perjodohan dari si keluarganya itu, tapi ya it's ok lah.

Tak terasa masa liburanpun berakhir, saatnya semua siswa - siswi kembali masuk sekolah seperti biasa. Hari pertama masuk saat itu tidak memiliki kesan apapun, hanya mengecek kita akan masuk ke kelas mana, bersama siapa saja, dan sebagainya. Lalu aktifitas Adit selanjutnya seperti biasa, walau tak mengantar kekasih tapi selalu bisa menyempatkan waktu untuk menjemputnya sekolah. Lumayan jauh sih jaraknya. Keliling kota bersama, makan siang, bermesraan, lalu pulang ke rumah.

Umumnya kebiasaan anak sekolah di kota ini setelah jam pulang itu selalu keliling tak jelas, apalagi kalau bersama pasangan, berboncengan dengan sepeda motor menambah romantis, mungkin bisa diartikan sebagai penggambaran keharmonisan satu pasangan.

Suasana aktifnya pembelajaran di sekolah sudah dimulai. Hanya satu yang tidak berubah saat pertama kali masuk di SMA ini, dimana Adit duduk pasti disekitarnya ada 2 sekawan yang inginnya duduk selalu berdekatan, yaitu Nico dan Junai.

Awalnya mereka berdua yang suka mengakrabi Adit karena mungkin bisa saling membantu dan kompromi untuk urusan jawaban disetiap soal pelajaran yang diberi guru, tentunya yang tidak bisa mereka jawab. Dengan sikap Adit yang sedikit terbuka, mereka pun menjadi sangat akrab ingga sekarang. Namun semua itu belum cukup jika belum bersama Wahyu, Fian, dan Willy yang terpisah di kelas lain.

Keluar dari itu semua, saat ini Adit sedang bingung dengan perasaannya sendiri, merasakan ada banyak perubahan pada pasangannya, Dira. Itu dirasakannya beberapa hari belakangan ini. Tanda pembelajaran di sekolah hari itupun berbunyi, dan Adit kembali menjemput Dira ke Guest House Hotel dimana dia magang. Saat bersama dijalan, tidak ada sepatah katapun yang diucapkan Dira, itu semua membuat Adit menjadi semakin bingung.

Rasa badmood muncul, kebiasaan yang sering berkeliling kota yang cukup lama bersamapun hari ini tidak ada, hanya mengitari jalan dekat menuju rumah. Setalah sampai ditujuan, "Makasih ya sudah menjemput, aku masuk duluan ya, siang..." (senyum singkat terpaksa sambil berjalan kearah pintu rumah). Tak ada kata dari Adit, hanya diam yang bisa ia tunjukan sebagai respon

to be continue...

Rabu, 20 November 2013

Statistika & Statistik


STATISTIKA DAN STATISTIK
Pengertian Statistika dan Statistik
Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan dan penyusunan data, pengolahan data, dan penganalisisan data, serta penyajian data berdasarkan kumpulan dan analisis data yang dilakukan. Salah satu ilmu yang mendasari dalam mempelajari statistika adalah peluang atau probabilitas. Berdasarkan kegiatannya, statistika dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu Statistika deskriptif (statistika deduktif) dan statistika inferensi (statistika induktif). 

 

Pengertian statistika deskriptif adalah statistika yang meliputi kegiatan-kegiatan pengumpulan, penyajian, penyederhanaan atau penganalisisan, dan penentuan ukuran-ukuran khusus dari suatu data tanpa penarikan kesimpulan. Sedangkan, pengertian statistika inferensi adalah ilmu mengenai penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan tentang makna statistik yang telah dihitung.

Pengertian statistik adalah hasil-hasil pengolahan dan analisis data. Statistik dapat berupa mean, modus, median, dan sebagainya. Statistik dapat digunakan untuk menyatakan kesimpulan data berbentuk bilangan yang disusun dalam bentuk tabel atau diagram yang menggambarkan karakteristik data.

Klasifikasi, Jenis dan Macam Data - Pembagian Data Dalam Ilmu Eksak Sains Statistik / Statistika


A. Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya
1. Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.

2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

B. Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data
1. Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.

2. Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.

C. Klasifikasi Dara Berdasarkan Jenis Datanya
1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain.

2. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.

D. Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
1. Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.

2. Data Continue
Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.

E. Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya
1. Data Cross Section
Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.

2. Data Time Series / Berkala
Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.

SAMPEL, TABEL, DAN GRAFIK STATISTIK


A. SAMPEL
  • Sampel Random
Terkadang sampel random disebut juga sampel random sederhana. Cara ini dapat digunakan apabila populasi dianggap semua unsure yang terdapat dalam populasi tersebut memiliki probabilitas yang sama untuk terpilih.
Suatu contoh :
  1. Pengambilan adukan campuran beton untuk dibuat sampel kubus.
  2. Pengawasan kwalitas dari satu macam jenis barang produksi dari suatu mesin produksi.
Sebenarnya proses pemilihan yang demikian itu tidak bersifat random 100 % hal ini ada faktor-faktor yang mempengaruhi misalnya keausan mesin yang menyebabkan hasil produksi berubah. Secara teoristis sampel random ini dapat dilihat dari hasil pelempran mata uang logam, karena pada setiap kali pelemparan akan mempunyai probabilitas yang sama untuk keluar muka atau belakang.
1)      Pengambilan acak sederhana (Simpel random sampling)
Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka random. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas. Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa pengembalian. Kelebihan dari pemngembilan acak sederhana ini adalah mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel, dan kemampuan menghitung standard error. Sedangkan,kekurangannya adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat.
2)      Pengambilan acak secara sistematis (Systematic random sampling)
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan. Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5. Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya. Kelebihan dari pengambilan acak secara sistematis ini adalah lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sedderhana. Sedangkan, kekurangannya adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mampunya menangkap keragaman populasi heterogen.
3)      Pengambilan acak berdasar lapisan (Stratified random sampling)
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian. Selain itu, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata.
4)      Pengambilan acak berdasar area (Cluster sampling)
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel. Sedangkan, kekurangannya adalah memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.
  • Sampel Sistimatis
Sebuah sampel dianggap sistimatis apabila proses pengambilannya dilakukan secara sistimatis dari populasinya.
Sebagai contoh apabila kita ingin menyelidiki lapisan tanah, dimana sampel-sampel yang kita ambil pada kedalaman-kedalaman tertentu sehingga secara teoristis apabila dibeberapa tempat yang kita ambil dan dalam kedalaman tertentu kita ambil dapat memproyeksikan perkiraan hasil yang diperoleh.
  • Sampel Luas
Sampel luas atau sampel kelompok biasanya diambil dari sekelompok areal tertentu jadi prosedur pengambilannya berdasarkan lokasi geografis suatu contoh pengambialn data pada pengukuran curah hujan, sensus pertanian yang diambil secara random terhadap provinsi yang masing-masing populasi dipilih sampel-sampel kabupaten dan seterusnya sampai tingkat desa.
  • Sampel Tingkat
Pengambilan sampel bertingkat dapat dilakukan apabila populasi dapat terbagi dalam tingkatan-tingkatan tertentu sehingga pengambilan sampel disesuaikan sengan jumlah tiap tingkatan
Contohnya bila kita mengajukan pendapat umum maka sampel dibagi atas beberapa tingkatan umum, atau kita ingin menyelidiki pengeluaran rata-rata dari penduduk kita dapat menggolongkan pada tingkat penghasilan dan sebagainya.
  • Sampel Kuota
Dalam mengambil data dari suatu sampel kadang kita harus memperhitungkan dan memilih terlebih dahulu dari stratum tertentu misalnya dalam menentukan tingkat devaluasi sampel-sampel yang diambil dibatasi pada beberapa perusahaan yang dianggap penyebaran saham, termasuk 3 besar dan sebagainya.
B. TABEL
  • Tabel Referensi
Merupakan pembagian suatu bentuk penyajian data yang dapat menjadi sumber informasi bagi pembacanya. Tabel referensi ini biasanya di susun secara khusus dan terperinci guna kepentingan referensi.
Contohnya data yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang menghasilkan baja type assab. Dengan adanya tabel tersebut seseorang akan dapat memperoleh informasi tentang temperature yang diperlukan unuk melakukan perlakuan panas ( haet treatment )terhadap produk baja assab tersebut atau sebagi data perbandingan jika seandainya seorang peneliti melakukan cara-cara yang lain sesuai dengan kehendak peneliti tersebut.
  • Tabel Ikhtisar
Merupakan bentuk penyajian beberapa data hasil pengumpulan atau pengukuran sebelum dari kelompok jenis data tertentu sehingga seseorang dapat secara langsung dapat membandingkan antara data yang satu dengan data yang lain.
Contoh:
Tabel 6. Jumlah kelahiran dan kematian per 1000 penduduk di 15 kabupaten di Jawa, 1961 – 1962.
Kabupaten
1961
1962

Kelahiran
Kematian
Kelahiran
Kematian
Bandung
30.2
12.3
21.5
12.1
Kuningan
29.8
15.9
23.0
14.9
Bogor
11.2
5.9
9.5
4.0










Malang
25.6
11.0
-
-





Untuk melihat perbandingan, lebih mudah dimengerti jika menggunakan Rasio, persentase atau perhitungan lainnya à lihat Tabel 7.
Rasio/perbandingan dianggap perlu, jika angka-angka absolute yang diperbandingkan berjumlah cukup besar.
Untuk memberikan suatu kesan tentang adanya tekanan terhadap pentingnya angka tertentu dalam tabel:
Tabel 6 à Kelahiran lebih diberi tekanan daripada kematian
Tahun 1961 diberi kedudukan lebih menonjol daripada tahun 1962.
Tabel 7 à Kedudukan yang menonjol digambarkan dengan cara memberikan pos-pos keterangan dalam huruf besar/huruf tebal.
Tabel 7. Penduduk Indonesia yang diklasifikasikan atas daerah dan kelamin, 1962.
Propinsi dan Pulau
Laki-laki
 Wanita
Jumlah
Persen (%)
Jakarta Raya
1.480.771
1.425.762
2.906.533
3,0
Jawa Barat
8.657.815
8.956.740
17.614.555
18,1
Jawa Tengah
8.967.714
9.439.757
18.407.471
19,0
DI Yogyakarta
1.092.403
1.149.074
2.241.477
2,3
Jawa Timur
10.602.448
11.220.572
21.823.020
22,5
Jawa dan Madura
30.801.151
32.191.905
62.993.056
64,9
Sumatera
7.942.834
7.796.529
15.739.363
15,2
Kalimantan
2.066.248
2.035.227
4.101.475
4,3
Sulawesi
3.489.797
3.589.552
7.079.349
7,3
Kepulauan lain
3.539.050
3.566.536
7.105.586
7,3
Indonesia
47.839.080
49.179.749
97.018.829
100,
  • Tabel Umum
Merupakan bentuk penyajian data yang dikumpulkan dari bermacam-macam data yang dituliskan dalam suatu monogram. Biasanya informasi ini dikumpulkan berdasarkan sensus sehingga setiap saat data itu akan berubah sesuai perkembangan.
Contoh untuk tabel ini dapat dilihat pada monogram di kantor desa atau kecamatan atau kantor-kantor instansi yang lain dimana dalam bermacam-macam jenis informasi digambarkan dalam satu tabel.
  • Tabel Distribusi
Merupakan penataan data yang dibuat oleh pengolah data berdasarkan hasil-hasil data yang dikumpulkan oleh penelitian tersebut yang bertujuan untuk memperoleh gambaran karakteristik dari data yang akan diolahnya.
Tentang tabel distribusi ini akan lebih bnyan dibahas lebih lanjut dalam bab membentuk perencanaan frekuensi.
C. GRAFIK STATISTIK
Merupakan penyajian data dalam bentuk gambar. Penyajian dalam bentuk ini walaupun kurang teliti dibandingkan dengan bentuk tabel tetapi lebih menarik dan lebih praktis bagi pembacanya. Penyajian data dalam bentuk gambar ini secara garis besar dibagi dalam 2 bentuk yaitu:
  1. Bagian (diagram) yang banyak digambarkan dengan bentuk simbol-simbol.
  2. Grafik yang banyak digambarkan dengan bentuk garis.
Berikut pemahaman libih lanjut tentang kedua bentuk tersebut.
  • Bagan (Diagram)
Bagan-bagan yang umum digambarkan dalam grafik statistik adalah:
1.      Piotograf
Bentuk penyajian data dalam bentuk symbol yang dapat mewakili jumlah atau sifat suatu benda.
2.     Bagan Arus
Bagan ini biasanya digunakan untuk menjelaskan jalannya sebuah proses atau aliran suatu peristiwa yang biasanya disimbolkan dengan anak panah. Bagan arus ini banyk digunakan untuk menunjukkan arus air atau listrik.
3.     Organigram
Bagan ini menggambarkan oganisasi suatu badan atau usaha yang menginformasikan satu bagian dengan bagian yang lain beserta tingkat kewenangannya. Dengan membaca organigran dari suatu bagan berarti kita mengetahui secara lintas keadaan organic badan tersebut susunan bagian hak, kedudukan, tugas, dan wewenang.
4.      Bagian Proses
Diagram ini menggambarkan tentang proses atau urutan suatu peristiwa apabila diuraikan dengan verbal akan panjang dan kadang sulit untuk dimengerti. Bagian proses ini sering disimbolkan dalam bentuk blok atau symbol yang mendekati gambar sebenarnya sehingga sering dinamakna blok, diagram, atau diagram alir.
5.      Peta Statistik
Pada prinsipnya pada peta statistic ini sama dengan pigtograf hanya saja simbol yang dibuat dipasang pada suatu peta sehingga pembaca memperoleh gambaran bahwa disuatu tempat tertentu mempunyai ciri-ciri tertentu. Contoh ini dapat dilihat pada peta ilmu bumi misalnya peta Negara Indonesia.
Contohnya jika kita melihat peta desa, maka :
Jalan aspal diblok hitam.
Jalan tanah digambar dengan garis sejajar.
Pemakaman orang-orang Islam digambarkan dengan gambar bulan sabit.
Pemakaman orang-orang Kristen digambarkan dengan gambar salib.
Pada dasarnya diagram hanya memberikan informasi singkat tentang sesuatu hal dan apabila kita menginginkan informasi yang lebih terperinci maka harus dicari penjelasannya yang menjelaskan hal tersebut.
Dalam penelitian ataupun dalam penulisan karya ilmiah bagian ini digunakan untuk membuat penjelasan laporan penelitian sesuai dengan apa yang ingin diinformasikan.
  • Grafik
Pada dasarnya grafik adalah cara penyampain informasi bagi pembacanya. Grafik-grafik yang lazim digunakan adalah :
1.      Grafik Garis
Grafik ini dibuat berdasarkan jumlah-jumlah peristiwa tertentu yang dihubungkan dengan garis sehingga terbentuk suatu profil sesuai dengan data yang diperoleh. Grafik ini digunakan daman-mana contohnya seperti grafik di bawah ini.


2.      Grafik Batang
Grafik ini digunakan apabila yang diinformasikan berbeda jenis sehingga tidak bisa digambarkan dalam satu blok, seperti contoh grafik di bawah ini.


3.      Grafik Lingkaran
Penyajian data dalam bentuk grafik lingkaran ini menunjukkan hubungan bagian informasi yang satu dan informasi yang lainnya terhadap total seluruh informasi. Biasanya bagian-bagian informasi digambarkan dalam bentuk proporsi dimana lingkaran dianggap menggambarkan seluruh total kejadian.



4.      Poligon dan Histogram
Kedua grafik ini merupakan grafik garis dan grafik batas yang banyak berhubungan dengan penataan dan pengolahan data sehingga akan dijelaskan lebih terinci pada bab pengolahan data. Perlu diketahui contoh polygon dan histogram seperti di bawah.


Logika Matematika

Contoh Soal :


1.       Flowchart: Delay: (P . Q)
AND

A
A = (P . Q) + (Q . S)’ + (P + S)’ + (P + R’)
P 
Moon: OR
o
 Q                                                                   (P . Q) + ( Q . S)’










 
Flowchart: Delay: (Q . S)’
NAND

A
                                                                                               
Moon: OR
o
         S                                                                                                           (P . Q) + (Q + S)’ + (P . S)’ + (P + R’)
Moon: (P+S)’
NOR
                                                                                                                                                                                                       A
Moon: OR                                                                                                                           (P + S)’ + (P + R’)


Moon: (P+R’)
OR
 
R











2.       Moon: (P+Q)’
NOR 
B = (P + Q)’ + (Q + R’) + (P . R’)
       P
Flowchart: Delay: AND
o

A
       Q                                                                      (P + Q)’ + (Q + R’)














Moon: (Q+R’)
OR




 
Moon: OR                                                                                                                                (P + Q)’ + (Q + R’) + (P . R’)
Flowchart: Delay: (P.R’)
AN D

A
       R                                                                                                                                                                         B
                                                                   

                   B = (P + Q)’ + (Q + R’) + (P . R’)
                      = (1+1)’+(1+0)+(1.0)
                      = 0 + 1 + 0
                      = 1.

 http://www.4shared.com/file/daAyQ9nD/11630203_-_2B_uniska.html