Saat itu, sebut saja Adit, masih menjadi siswa di SMAN 1 Selat. Ia baru saja naik ke kelas XII IPS. Entah antara bahagia atau sedikit kecewa dengan nilai yang diterima saat pembagian raport itu hanya pas-pasan saja. Di sisi lain dia jga harus terpisah dengan beberapa teman akrabnya saat di kelas XI IPS-3 karena semua siswa - siswi harus dibagi ke kelas baru dengan beberapa teman baru. Mungkin maksudnya biar kita bisa memiliki banyak kawan dalam bergaul. Tapi tetap saja suasana tersebut akan kembali ke awal lagi, anggap saja kita baru masuk ke satu sekolah dan bertemu dengan orang - orang baru, tentunya itu perlu peradaptasian kan?
Saat liburan sekolah kali ini kurang berarti, karena banyak teman yang mudik, termasuk kekasih baru Adit saat itu, Dira, yang sedang liburan di kota asalnya, Tangerang. Karena dia di Kuala Kapuas hanya sebagai siswi pindahan yang sekarang bersekolah di SMKN 2. Disini dia tinggal bersama keluarganya, yang juga merupakan salah satu teman akrab dari SMP dulu, Wanda. Mungkin hubungan Adit dengan Dira ini sedikit berbau perjodohan dari si keluarganya itu, tapi ya it's ok lah.
Tak terasa masa liburanpun berakhir, saatnya semua siswa - siswi kembali masuk sekolah seperti biasa. Hari pertama masuk saat itu tidak memiliki kesan apapun, hanya mengecek kita akan masuk ke kelas mana, bersama siapa saja, dan sebagainya. Lalu aktifitas Adit selanjutnya seperti biasa, walau tak mengantar kekasih tapi selalu bisa menyempatkan waktu untuk menjemputnya sekolah. Lumayan jauh sih jaraknya. Keliling kota bersama, makan siang, bermesraan, lalu pulang ke rumah.
Umumnya kebiasaan anak sekolah di kota ini setelah jam pulang itu selalu keliling tak jelas, apalagi kalau bersama pasangan, berboncengan dengan sepeda motor menambah romantis, mungkin bisa diartikan sebagai penggambaran keharmonisan satu pasangan.
Suasana aktifnya pembelajaran di sekolah sudah dimulai. Hanya satu yang tidak berubah saat pertama kali masuk di SMA ini, dimana Adit duduk pasti disekitarnya ada 2 sekawan yang inginnya duduk selalu berdekatan, yaitu Nico dan Junai.
Awalnya mereka berdua yang suka mengakrabi Adit karena mungkin bisa saling membantu dan kompromi untuk urusan jawaban disetiap soal pelajaran yang diberi guru, tentunya yang tidak bisa mereka jawab. Dengan sikap Adit yang sedikit terbuka, mereka pun menjadi sangat akrab ingga sekarang. Namun semua itu belum cukup jika belum bersama Wahyu, Fian, dan Willy yang terpisah di kelas lain.
Keluar dari itu semua, saat ini Adit sedang bingung dengan perasaannya sendiri, merasakan ada banyak perubahan pada pasangannya, Dira. Itu dirasakannya beberapa hari belakangan ini. Tanda pembelajaran di sekolah hari itupun berbunyi, dan Adit kembali menjemput Dira ke Guest House Hotel dimana dia magang. Saat bersama dijalan, tidak ada sepatah katapun yang diucapkan Dira, itu semua membuat Adit menjadi semakin bingung.
Rasa badmood muncul, kebiasaan yang sering berkeliling kota yang cukup lama bersamapun hari ini tidak ada, hanya mengitari jalan dekat menuju rumah. Setalah sampai ditujuan, "Makasih ya sudah menjemput, aku masuk duluan ya, siang..." (senyum singkat terpaksa sambil berjalan kearah pintu rumah). Tak ada kata dari Adit, hanya diam yang bisa ia tunjukan sebagai respon
to be continue...